Kiprah Klub Liga Italia di Ajang Eropa

Kiprah Klub Liga Italia di Ajang Eropa 1

Melihat kiprah klub Liga Italia saat bermain diajang Eropa dalam beberapa tahun terakhir mungkin hanya Juventus saja. Yang memang memiliki performa diatas rata-rata jika dibandingkan klub lain. Bahkan bisa dinyatakan bahwa masa depan kompetisi Italia hanya ada di tangan Juventus.

Hal tersebut tentunya sangat ironi bahwa sebenarnya pada beberapa tahun sebelumnya Italia menjadi salah satu negara yang sangat disegani. Sebut saja kekuatan duo Milan yang selalu menjadi sorotan, bahkan kini ada AS Roma dan Napoli.

Namun keduanya masih bisa dikatakan hanya sebagian yang konsisten. Sisanya jika mampu tampil hebat berkat adanya faktor Dewi Fortuna.

Berikut Kiprah Klub Liga Italia di Kompetisi Eropa Musim Ini

Juventus – Kiprah Klub Liga Italia

Kiprah Klub Liga Italia di Ajang Eropa

Klub yang pertama pastinya langsung meyebutkan Juventus. Ya klub asuhan Massimilliano Allegri ini seperti masih penasaran akan gelar Liga Champions.

Terang saja tim slalu bisa mencapai setidaknya babak semifinal. Dan bahkan pada musim ini dengan keseriusan manajemen klub. Skuat Nyonya Tua rela mengeluarkan banyak uang untuk mendatangkan sang mega bintang Cristiano Ronaldo.

Dimusim ini tim sudah memastikan diri melaju sebagai juara grup ditemani Manchester United diposisi dua grup H.

AS Roma – Kiprah Klub Liga Italia

Kiprah Klub Liga Italia di Ajang Eropa 3

Selain itu juga terdapat klub Ibukota AS Roma yang dimusim ini sudah dipastikan melaju kebabak berikutnya Liga Champions Eropa.

Skuat Serigala Roma sukses melaju sebagai runner-up dibawah Real Madrid di grup G. Dan menjadi klub kedua dari tanah Italia yang lolos kebabak berikutnya setelah Juventus.

Roma sendiri dimusim lalu sukses membuat kejutan dengan mencapai babak semifinal untuk pertama kalinya. Namun dimusim ini sepertinya akan sulit menyusul banyaknya pemain yang putuskan hengkang.

Napoli dan Inter Milan – Kiprah Klub Liga Italia

Kiprah Klub Liga Italia di Ajang Eropa 4

Sementara jika Roma dan Juventus tengah bersuka cita beda dengan Napoli dan Inter Milan yang harus turun ke ajang Europa League.

Keduanya dipastikan gagal melaju kebabak knock-out usai finis diposisi 3 klasemen grup. Kedua klub ini bisa dikatakan sangat ironis dan seperti membuang peluang yang sudah di depan mata.

Napoli sendiri pada laga ke-5 sebenarnya merupakan juara grup sebelum akhirnya kalah tipis 0-1 atas Liverpool. Dan Inter sendiri juga harus hanya bermain imbang atas lawannya yang membuat tim harus menyerahkan posisi 2 untuk Tottenham yang hanya menang dari nilai cetak gol.

AC Milan – Kiprah Klub Liga Italia

Kiprah Klub Liga Italia di Ajang Eropa 2

Kali ini terdapat nama klub AC Milan yang secara mengejutkan harus menyudahi kiprahnya diajang Eropa musim ini.

Kondisi tersebut bisa dilihat setelah tim gagal raih kemenangan atas Olympiakos Piraeus dilaga pamungkas. Keduanya mengakhiri laga dengan skor telak 3-1 di Yunani.

Hasil ini membuat Milan menjadi satu-satunya klub yang gagal diajang Eropa dibabak fase grup.

Lazio – Kiprah Klub Liga Italia

Klub rival AS Roma, Lazio dipastikan melaju kebabak berikutnya diajang Europa League musim ini.

Tim sendiri sukses melaju diposisi 2 klasemen dibawah wakil Jerman, Eintracht Frankfurt yang sukses raih hasil sempurna di 6 laga babak face grup.

Kesuksesan Thoma Strakosha dan kolega terjadi seperti dijudul. Bahwa akan adanya Dewi Fortuna bahwa tim hanya raih 3 kemenangan dan 3 kali imbang. Dan 2 kekalahan tersebut di raih pada 2 laga terakhir.

Jadi melihat hasil tersebut nantnya akan ada 3 klub Italia yang akan bermain di kasta kedua Eropa. Diantaranya Napoli, Inter Milan dan Lazio. Kemudian nama AS Roma dan Juventus akan berupaya untuk bisa merebut gelar tersebut dan bersaing diajang tertinggi Liga Eropa musim ini.

Dan untuk Milan kemungkinan mereka akan meneruskan fokus mereka diajang domestik dengan. Yang dimusim ini mereka cukup bagus dengan duduk diposisi 4 klasemen Serie A.

Perjalanan Parma Kembali ke Liga Utama Italia

Perjalanan Parma Kembali ke Liga Utama Italia

Mendengar klub Liga Italia Parma pastinya kamu akan langsung mengatakan bahwa ini merupakan klub yang penuh cerita. Terang saja pemain sekelas Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro dan Hernan Crespo dan juga Adriano pernah lahir disini. Dan jika membicarakan tentang Perjalanan Parma di Italia pastinya akan sangat menarik.

Berikut Perjalanan Parma Dalam Sejarah

Perjalanan Parma Kembali ke Liga Utama Italia 1

Namun bukan dari awal muasal klub ini dibuat, tetapi sejak musim 1990/1991 yang menjadi tahun promosi Parma keajang Serie A Italia.

Sejak musim ini hingga 2007/2008 tim mampu tampil mengerikan. Dan bahkan menjadi salah satu tim yang paling diperhitungkan dikancah Eropa sekalipun.

Tercatat tim sukses meraih gelar UEFA Cup atau pada saat ini bernama Europa League dengan 2 gelar pada musim 1994/1995 dan 1998/1999. Ditahun ini klub sukses berjaya berkat adanya sosok dari legenda Italia Gianfranco Zola yang sukses menjadi mentor.

Dan bahkan musim 1992/1993 tim sukses raih gelar Piala Winner’s yang pada saat ini menjadi Liga Champions Eropa. Ini menjadi saat yang sangat membahagiakan, yang saat itu tim masih dibela Alessandro Melli.

Padahal pada era tahun tersebut sebenarnya Parma sama sekali belum pernah menjuarai Liga Italia. Dan yang terbaik ditorehka terjadi pada musim 1996/1997 saat menjadi runner-up liga.

Cerita terus berlanjut dari ada bintang yang pensiun dan dilanjutkan ada pemain baru yang sukses menjadi bintang baru ditim. Dan kali ini bernama Hernan Crespo.

Pada Era Crespo tim selalu berada di kasta teratas Italia. Dan bahkan pemain yang satu ini selalu sukses mencetak gol lebih dari 15 diajang Liga.

Dirinya bahkan sukses persembahkan gelar Super Italia dan Europa League masing-masing satu kali. Hingga akhirnya Crespo hengkang.

Namun cerita sepertinya akan terus berjalan. Dan kali ini bintang kali ini muncul bernama Marco Di Vaio yang merupakan pemain asli dari Italia.

Pemain berkepala plontos ini dikenal saat mampu sangat ahli dalam mengantisipasi bola atas. Dan benar saja dirinya mampu tampil hebat dan menjadi paling dominan di 2 musim 2000/2001 dan 2001/2002.

Bahkan sukses persembahkan gelar Coppa Italia 2 tahun beruntun dan membawa tim ke babak 16 besar Europa League.

masuk Era Tahun 2000an – Perjalanan Parma

Pada tahun ini barulah dan kembali pemain bintang baru ada yang pergi dan yang datang. Kali ini terdapat nama Adrian Mutu yang resmi menjadi sorotan dimusim 2002/2003.

Namun saat itu dirinya tampil kurang impresif, meski tampil di Eropa tim hanya mampu bermain dibabak kualifikasi saja. Dan hanya mampu membawa tim duduk diposisi 5 klasemen.

Hanya bertahan 1 musim kali ini terdapat nama Alberto Gillardino dimusim 2003/2004 dan 2004/2005 hingga era Andrea Corradi.

Parma Bankrut – Perjalanan Parma

Perjalanan Parma Kembali ke Liga Utama Italia 2

Namun sembari banyaknya cerita dari klub ini ternyata Parma sempat mengalami kebangkrutan. Bahkan sebelum dinyatakan failid pada akhir musim pihak liga sempat memberikan kompensasi kepada klub semata agar bisa membayar listrik Stadion karena adanya tunggakan.

Dan klimaksnya pada musim 2015/2016 tim harus menerima keputusan pengadilan bahwa klub harus turun ke kasta terbawah Italia Serie D karena bangkrut.

Kebangkitan Parma Hanya Perlu 3 Tahun – Perjalanan Parma

Tidak mau tenggelam di kesedihan akhirnya ditahun tersebut tim hanya satu tahun saja bermain disana. Dan langsung tampil hebat.

Dan memang bukan level dari para lawannya dimusim 2015/2016 tim sukses jadi juara Serie D dengan torehan 28 kali menang 10 imbang dan tidak pernah kalah sekalipun.

Dimusim 2016/2017 tim langsung naik kasta ke Serie C atau Lega Pro. Dan disini kembali seperti memang bukan kelas Parma.

Hingga akhirnya tim hanya perlu 1 tahun saja untuk bisa kembali promosi. Namun kali ini tim tidak bisa lolos otomatis karena hanya duduk diposisi 2 klasemen grup B.

Namun hingga akhirnya sukses menang. Torehan tim sukses raih 28 kemenangan, 10 imbang dan 8 kali kalah.

Berlanjut ke Serie B dan lagi-lagi Parma hanya perlu 1 tahun saja duduk dikasta kedua Italia. Benar saja tim sukses menjadi posisi 2 klasemen Serie B dan berhak lolos otomatis.

Perjalanan Parma Kembali ke Liga Utama Italia 3

Dan kali ini tim sudah kembali kejalurnya. Bahkan untuk bisa bertahan dan berprestasi klub mendatangkan para pemain bintang meski sudah berumur.

Diantaranya Bruno Alves, Gervinho, Roberto Inglese dan juga Jonathan Biabiany.

Rumor Transfer Liga Italia Serie A Januari

Rumor Transfer Liga Italia Serie A Januari 4

Semua klub yang pada Januari mendatang dipastikan akan libur liga, namun meski begitu selalu ada saja kompetisi yang akan digelar. Dan salah satunya laga persahabatan. Dan biasanya sembari jalannya hal tersebut juga terdapat rumor transfer Liga Italia yang akan hadir nantinya.

Jika dibandingkan dengan liga lainnya. Italia menjadi kompetisi yang paling silent dalam hal mendatangkan pemain. Namun terkadang dari kompetisi negeri Pizza ini kerap memberikan kejutan.

Berikut Beberapa Rumor Transfer Liga Italia

Diberikatakan ada beberapa pemain yang kemungkinan akan segera hengkang atau bahkan adanya pemain yang akan kembali ke tanah Italia.

Biasanya pemain yang memutuskan berkarir di negeri yang satu ini kemungkinan memang sudah masuk usia lanjut atau bahkan baru memulai karir go International. Berikut nama pemain yang masuk dalam Rumor.

Krzysztof Piatek – Rumor Transfer Liga Italia

Rumor Transfer Liga Italia Serie A Januari 3

Pemain pertama dan yang paling santer iyalah Krzysztof Piatek. Pemain asal Polandia ini memang tampil sangat impresif hingga paruh pertama musim ini.

Bermain untuk Genoa yang senotabenya bukan klub kuat namun dirinya selalu menunjukkan penampilan yang sangat luar biasa. Meski kerap menelan kekalahan namun torehan 11 gol dan menjadi top skorer sementara Liga Serie A perlu menjadi perhitungan untuk mendatangkan pemain ini.

Salah satu klub yang sangat tertarik untuk mendatangkan Piatek diantaranya raksasa Barcelona. Klub asal Spanyol tersebut memang sangat dirumorkan akan segera gabung di klub tersebut.

Namun berita tersebut hanya berjalan cukup sebentar, setelah sang pemain menyatakan akan siap bertahan dan berjuang bersama Genoa.

Zlatan Ibrahimovic – Rumor Transfer Liga Italia

Rumor Transfer Liga Italia Serie A Januari 1

Selain itu ada nama Zlatan Ibrahimovic yang dikabarkan akan segera kembali ke klub lamanya AC Milan.

Akan tetapi informasi yang satu ini langsung menguap dengan cepat dengan alasan terlalu tua 37 tahun usia pemain asal Swedia ini.

Dan bahkan pemain berjuluk Ibracadabra ini tengah masuk dalam rumor tengah diincar klub asal Indonesia, Kalteng Putra yang berstatus promosi musim depan.

Fabio Quagliarella – Rumor Transfer Liga Italia

Rumor Transfer Liga Italia Serie A Januari 2

Sepertinya klub AC Milan menang sangat identik untuk bisa kembali memiliki pemain dengan naluri mengerikan. Sebut saja Marco Van Basten dan Andriy Shevchenko dalam beberapa musim terakhir.

Setelah sukses mendatangkan Gonzalo Higuain dari Juventus. Kali ini pihak manajemen diberitakan ingin mendatangkan pemain milik Sampdoria yang merupakan eks Juventus Fabio Quagliarella.

Penyerang milik Sampdoria ini memang bisa dikatakan tampil sangat stabil. Dan bahkan kerap membuat kejutan dengan membawa klub bersaing dengan klub besar.

Meski sudah berusia sangat uzur 35 tahun, Quagliarella ini kerap disebut sebagai suksesor dari Filippo Inzaghi. Dimusim lalu saja dirinya sukses mencetak 19 gol diajang Serie A.

Dan bahkan dimusim ini sementara dirinya sudah mengoleksi 8 gol. Dan sejak bergabung dipertengahan musim 2015/2016 dirinya selalu menjadi pilihan utama klub hingga saat ini.

Patrick Cutrone – Rumor Transfer Liga Italia

Rumor Transfer Liga Italia Serie A Januari

Rumor lainnya lagi-lagi datang dari Milan, namun bedanya kali ini pemain yang dirumorkan akan segera meninggalkan tim. Dan nama penyerang muda Patrick Cutrone dikabarkan tengah didekati oleh raksasa Inggris, Chelsea.

Cutrone sendiri sukses melakuakn debutnya diusia yang sangat muda bersama skuat Rossoneri. Dan bahkan sejak tampil apik musim lalu dirinya bahkan masuk kedalam skuat senior timnas Italia bersama Ciro Immobile dilini depan.

Bahkan dimusim ini dirinya selalu menjadi senjata andalan AC Milan bersama dengan Gonzalo Higuain, Suso dan Hakan Calhanoglu.

Namun menanggapi romor ini diberitakan bahwa pihak Milan memastikan Cutrone tidak akan meninggalkan Milanello dalam waktu dekat.

Prediksi Liga Italia Giornada ke-16 Akhir Pekan

Prediksi Liga Italia Giornada ke-16 Akhir Pekan

Jelang laga ke-16 Serie A Italia pada musim 2018/2019 yang akan digelar pada akhir pekan ini. Jika melihat laga akhir pekan lalu banyak tim yang harus berakhir dengan skor imbang. Prediksi Liga Italia pada akhirnya ini kemungkinan akan adaya hal kejutan.

Beberapa raksasa yang harus menelan hasil imbang diantaranya duo Roma Lazio dan AS Roma, Milan dan Fiorentina. Sementara untuk nama Juventus masih berjalan mulus bersama dengan Napoli.

Berikut Prediksi Liga Italia Akhir Pekan ini

Inter Milan vs Udinese – Prediksi Liga Italia

Prediksi Liga Italia Giornada ke-16 Akhir Pekan 1

Akhir pekan ini diisi oleh skuat Inter Milan yang akan bertindak sebagai tuan rumah yang akna menjamu Udinese pada Minggu dini hari mendatang.

Dilaga ini misi mereka yaitu hanya untuk mencari kemenangan. Kondisi ini diikuti setelah memang pasukan Luciano Spalletti sendiri harus menelan kekalahan pada akhir pekan lalu atas Juventus.

Melihat beberapa laga sebelumnya dikedua tim. Inter sendiri juga bisa dikatakan sangt buruk. Tercatat tim hanya raih 1 menang dan 2 imbang di 6 laga terakhir yang dijalani disemua ajang.

Bahkan pasukan Zebra kecil sendiri juga tidak kalah buruk. Bahkan mendapatkan raihan hanya 1 menang dan 2 imbang dari 10 laga Serie A terakhir.

Alhasil saat ini Udinese sendiri hanya duduk diposisi 17 klasemen sementara. Hanya selisih 2 poin dari Bologna yang berada di zona merah. Laga ini ini diprediksikan Inter bisa membawa poin penuh nantinya.

Derby Turin Torino vs Juventus – Prediksi Liga Italia

Prediksi Liga Italia Giornada ke-16 Akhir Pekan 4

Usai laga Inter langsung dilanjutkan laga sang pemuncak klasemen Juventus yang akan melawat ke kota Torino dalam derby Turin.

Tuan rumah Torino memang kemungkinan akan cukup sulit untuk bisa menandingi kekuatan Cristiano Ronaldo CS. Namun misi ingin menghentikan laju sang rival menjadi yang utama dilaga ini. Terlebih dengan bermodal sukses menahan imbang 0-0 AC Milan akhir pekan lalu.

Duduk diposisi 6 musim ini pastinya tidak terlalu buruk untuk Torino. Tercatat tim belum terkalahkan di 4 laga terakhir dengan 2 menang dan 2 imbang. Namun Torino bisa bangga, karena di 4 laga yang dijalani gawang Salvatore Sirigu hanya kemasukan 1 kali saja.

Semnetara pasukan Si Nyonya Tua sendiri menjadi satu-satunya klub yang hingga pekan ke-15 belum menelan kekalahan. Dan bahkan hanya menelan satu kali imbang.

Nama Andrea Belotti diprediksikan akan menjadi andalan dilaga nanti. Tercatat dirinya sudah mengoleksi 5 gol dimusim ini.

Namun ketangguhan Szczesny di bibir gawang Juventus jangan dianggap remeh. Eks AS Roma dan Arsenal tersebut tercatat belum kemasukan di 5 laga terakhir klub disemua ajang.

Napoli dan AC Milan Siap Raih Kemenangan di Laga nanti – Prediksi Liga Italia

Prediksi Liga Italia Giornada ke-16 Akhir Pekan 2

Selain itu juga adanya 2 laga lainnya seperti Napoli yang akan menghadapi Cagliari dan AC Milan yang akan jumpa Bologna akhir pekan ini.

Jika melihat peluang laga ini diprediksikan keduanya akan bisa raih kemenangan nantinya. Terlebih sang lawan saat ini merupakan penghuni dari papan bawah.

Duo Roma Antisipasi Kejutan Saat Laga – Prediksi Liga Italia

Prediksi Liga Italia Giornada ke-16 Akhir Pekan 3

Sementara dua laga lainnya dari para raksasa diantaranya kubu AS Roma yang akan menjamu Genoa. Dan Lazio sendiri akan berhadapan kontra Atalanta dilaga tandang.

Jika melihat peluang laga ini dengan laga yang diatas pastinya laga yang satu ini sangat berpeluang menimbulkan kejutan.

Karena memang seperti yang diketahui, Roma sendiri tampil tidak konsisten dimusim ini. Tercatat tim gagal raih kemenangan di 4 laga terakhir.

Kondisi ini dipastikan akan menjadi peluang bagi penyerang Genoa Krzysztof Piatek untuk membobol gawang lawan.

Meski dirinya jarang mempersembahkan gol. Namun dengan status sebagai top skorer sementara akan menjadi ancaman tersediri.

Sementara sang rival Lazio juga mengalami hal yang sama. Berupaya untuk masuk kezona Liga Champions. Tim gagal raih kemenangan di 5 laga terakhir, dan 4 diantaranya terjadi diajang Serie A.

Kondisi yang lebih baik dialami Atalanta karena tim sukses raih 6 kemenangan di 8 laga terakhir disemua ajang.

Juventus Kokoh Puncaki Klasemen Liga Italia

Juventus Kokoh Puncaki Klasemen Liga Italia

Dalam beberapa tahun terakhir memang seperti belum ada klub yang bisa menamdingi klub Juventus sejak mereka kembali promosi ke Serie A. Dan pada musim ini tim kembali menyatakan bahwa Italia milik mereka.

Juventus Kokoh Puncaki Klasemen Liga Italia 1

 

Kondisi tersebut terlihat setelah mereka kembali raih kemenangan dan kali ini sang korban merupakan Inter Milan. Yang dimusim ini duduk diposisi 3 klasemen sementara.

Laga tersebut berakhir dengan skor tipis 1-0 saat laga berjalan di kota Turin. Nama Mario mandzukic sukses menjadi penentu dilaga tersebut.

Berkat tambahan poin 3 tersebut membuat pasukan Si Nyonya Tua bertahan di puncak klasemen dengan selisih 8 poin dari Napoli yang duduk diposisi 2.

Sementara disisi lain pasukan Nerazzuri gagal menempel Napoli hingga akhirnya keduanya saat ini selisih 5 poin.

AC Milan Gagal Pangkas Selisih Poin – Juventus

Juventus Kokoh Puncaki Klasemen Liga Italia 2

Sementara dilaga lainnya AC Milan ternyata harus gagal mempertipis selisih poin dengan sang rival Inter setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 saat jumpa sesama klub asal kota Turin, Torino dilaga tandang.

Laga berjalan dengan sanagt alot hingga 2 penyerang kedua kubu Gonzalo Higuain dengan penyerang Andrea Belotti saling memberikan ancaman kepada tim lawan.

Namun apa daya. Laga berjalan sangat membosankan dan hanya ada peluang yang tidak membuahkan hasil hingga sang pengadil meniup peluit panjang dilaga ini.

Hinga akhirnya saat ini Milan tetap bertahan di posisi 4 klasemen sementara dengan tambahan 1 poin. Saat ini tim hanya selisih 3 poin dari Inter.

Lazio Gagal Manfaatkan Hasil Imbang Milan – Juventus

Juventus Kokoh Puncaki Klasemen Liga Italia 4

Sementara hal yang sama juga dialami oleh sang rival terdekat Milan. Lazio yang pada akhirnya gagal memanfaatkan kondisi setelah juga hanya bermain imbang 2-2 atas Sampdoria.

Sebenarnya dilaga ini Il Biancocelesti nyaris saja membawa pulang tiga angka. Setelah Francesco Acerbi dan pinalti Ciro Immobile di penghujung babak kedua sukses membalas gol Fabio Quagliarella.

Namun injury time yang sangat lama ternyata bisa dimanfaatkan oleh pasukan Il Samp setelah mereka memasukan nama Ricardo Saponara ternyata berbuah hasil.

Eks Milan tersebut membuat laga semakin dramatis setelah dirinya membobol gawang Thoma Strakosha dimenit 90 + 9 babak kedua. Hingga pada akhirnya skor berakhir dengan skor 2-2 hingga laga usai.

Hingga pada akhirnya hasil tersebut belum membuat kondisi Lazio membaik. Tercatat hingga saat ini tim harus menelan hasil imbang di 4 laga terahhir Serie A secara beruntun.

Pada akhirnya papan klasemen dari posisi 1 hingga posisi 6 tidak ada yang berubah dan hanya membedakan selisih poin saja.

Sementarara hasil lainnya Roma masih belum bisa move on dari keterpurukan.

Cagliari Sukses Tahan Imbang AS Roma – Juventus

Juventus Kokoh Puncaki Klasemen Liga Italia 3

Hasil lainnya harus diterima oleh sang rival satu kota Lazio, AS Roma yang juga gagal raih kemenangan pada akhir pekan lalu.

Skuat asuhan Eusebio Di Francesco tersebut harus bermain imbang 2-2 saat bermain di markas Cagliari.

Ironinya tim sempat unggul 0-2 lebih dulu melalui Bryan Cristante dan gol Aleksandr Kolarov dibabak pertama. Namun apa daya bahwa tim tuan rumah sukses bangkit.

Dan dipenghujung laga pada menit 84 dan injury tim bernama Artur Ionita dan Marco Sau sukses menyamakan kedudukan saat kemenangan Roma sudah didepan mata.

Dengan hasil tersebut membuat Roma tertahan diposisi 8 klasemen sementara Serie A dengan 21 poin. Catatan tersebut sama dengan 3 klub lain seperti Atalanta, Sassuolo dan juga klub promosi musim ini Parma.

Yang sebenarnya diakhir pekan lalu ketiga klub tersebut mendapatkan hasil yang minor dengan hanya raih hasil imbang saat hadapi lawan masing-masing.